Sabtu, 17 Maret 2012

Mau di Bawa Kemana Partai Demokrat?


Korupsi merupakan praktik pencurian uang negara yang sejak awal dilakukan penuh kesengajaan oleh para pelakunya. Di mulai dari kasus Nazarudin, Mindo Rosalina Manulang, Angelina Sondakh dan Anas Urbaningrum tak pernah luput dari terpaan media. Babak demi babak selalu di ikuti oleh media. Hal ini tentu menyudutkan posisi partai Demokrat sebagai partai penguasa. Dan masyarakat pun pasti terkena terpaan dari pemberitaan media tersebut.
Merasa bahwa media massa terlalu menyudutkan partai Demokrat, fungsionaris Partai Demokrat mengadukan dua televisi berita nasional ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Kamis (23/2). Diwakili Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Ferry Juliantono, menuding pemberitaan kedua stasiun televisi yaitu Metro TV dan TV One, menyebabkan pencitraan Partai Biru menjadi buruk. Selain itu, pemberitaan kedua televisi nasional itu dinilai sarat kepentingan politik, agar tingkat kepercayaan publik menjadi berkurang kepada Partai Demokrat.
Dalam studi kasus ini, kita dapat meneliti lebih lanjut dari beberapa aspek yang terkait. Pertama, di lihat dari sisi media massa, sebagai komunikator yang memberitakan mengenai korupsi dalam tubuh partai Demokrat. Menurut studi ilmu yang saya pelajari, media massa yang memberitakan berita tersebut tidak bersalah. Untuk memberitakan suatu peristiwa, wartawan tidak sembarang menulis berita. Pemberitaan selalu dikembalikan pada kriteria dasar nilai berita yaitu memiliki magnitude yang kuat, melibatkan tokoh besar, aktual, berkaitan dengan pemirsa (proximity). Jadi, tidak salah jika mereka memberitakan berita tersebut, selama kasus tersebut masih berlangsung.
Kedua, jika dilihat dari sisi efek yang di timbulkan dari pemberitaan di media massa. Dalam kasus ini, teori yang melandasi adalah teori jarum hipodermik. Teori jarum hipodermik secara garis besar menganggap bahwa informasi yang terdapat di media massa memiliki efek langsung pada khalayak. Efeknya adalah bila pemberian informasi cukup kuat, maka akan mempengaruhi penerima. Oleh karena itu, pemikiran masyarakat mengenai partai biru tersebut berubah karena pemberitaan di media.
Hal ini bagaikan dua buah sisi mata uang. Di satu sisi wartawan sebagai pelaku media massa, telah menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan - aturan yang berlaku. Di sisi lain, akibat pemberitaan yang terus – menerus, masyarakat terkena terpaan media. Masyarakat menjadi memiliki persepsi berbeda terhadap partai Demokrat. Namun permasalahan ini dirasa dapat ditengahi, apabila ada action yang dilakukan oleh kubu partai penguasa tersebut.
Demokrat adalah sebuah organisasi yang tentu saja memiliki struktur pengurus yang memadai dalam menangani dalam berbagai permasalahan. Tetapi mengapa dalam permasalahan ini, demokrat tidak memanfaatkan kadernya secara tepat guna. Di saat terguncang kasus korupsi di tubuh partainya, tidak ada seorang pun dari divisi komunikasi publik yang menjembatani antara partainya dengan media.
Partai Demokrat memiliki sebuah divisi yang bertugas untuk menjembatani partainya dengan media, yaitu divisi komunikasi publik. Divisi ini di ketuai oleh Andi Nurpati, sedangkan sekertarisnya di tempati oleh Hinca IP Panjaitan. Krisis management yang dialami oleh partai Demokrat setidaknya dapat diminimalisir dengan adanya divisi tersebut. Namun divisi ini hanya berdiam diri, tak bergeming menyelesaikan krisis management akibat korupsi di kubunya.
Belakangan ini sudah tidak terdengar lagi kabar tentang Andi Nurpati. Setelah kasus yang menjeratnya tahun lalu soal surat palsu MK, walaupun tidak terbukti ia tidak bersalah. Sampai saat ini wanita berkerudung ini sudah tak terdengar lagi dan juga jarang lagi muncul di tivi. Bahkan di saat kasus korupsi dan juga pengaduan partainya kepada KPI, Andi tak kunjung berperan dalam menjaga citra baik partai.
Fakta ini membuktikan bahwa memang divisi di tubuh partai Demokrat tidaklah tepat guna. Managementnya tidak berjalan sebagaimana fungsi sebenarnya. Dan juga partai ini di rasa tidak akan memiliki hubungan yang baik dengan awak media. Ini dikarenakan kasus pengaduan terhadap 2 stasiun TV tersebut. Sungguh ini adalah kejadian yang sangat fatal bagi partai Demokrat.
Lantas mau di bawa kemana kah partai Demokrat? Apakah tidak menata kembali partainya? Atau bahkan menunggu keruntuhan partainya karena kasus korupsi yang kian terungkap. Masyarakat telah berpandangan negatif tentang partai penguasa ini. Maka ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan kader partai Demokrat, terutama divisi komunikasi publik. Perbaikilah hubungan dengan media dan tuntaskan semua kasus yang membelit, sehingga dapat mengikis persepsi negatif mengenai partai Demokrat.

Minggu, 08 Januari 2012

Liburan bersama di 'Winter Wonderland' - Pondok Indah Mall

   Berlibur merupakan saat yang tepat bagi keluarga berkumpul dan liburan bersama. Libur sekolah kali ini bertepatan dengan perayaan natal dan tahun baru. Jangka liburan yang cukup panjang membuat orang tua memanfaatkannnya dengan baik. Mereka tak segan mengajak anak-anaknya mengunjungi tempat berlibur yang asik, untuk mengisi libur sekolah anaknya.
  Circuz Play & Party bekerja sama dengan Pondok Indah Mall, kembali mengadakan event liburan anak yang bertema “Winter Wonderland. Event liburan yang di gelar sejak 10 Desember 2011 – 8 Januari 2012 ini, berhasil meraih 500 orang pengunjung di setiap harinya. Event yang telah diadakan kali kedua ini, bertempat di Pondok Indah Mall lantai 1 dan Skybridge lantai 2 – Jakarta. 
  “Event libur sekolah kali ini, kami membuat tema Winter Wonderland. Dimana anak-anak dapat merasakan keindahan liburan di musim salju. Jadi tak perlu berlibur keluar negri, cukup datang ke wahana kami.” Jelas Panca koordinator event Winter Wonderland
  Bertepatan dengan perayaan natal yang identik dengan musim salju, maka wahana liburan yang ditawarkan-pun di atur sedemikian rupa seperti saat musim salju di luar negri. Wahana yang disuguhkan antara lain: 
  • Ice Skate 
    Anak-anak dapat meluncur dengan penuh kegembiraan di arena ice skate. Bagi pemula, kami menyediakan tutor handal yang mendampingi anak Anda.
  • Snow fall 
     Anak-anak dapat merasakan keajaiban musim salju, karena arena ini anak-anak dapat membuat boneka saljunya sendiri.
  • Segway 
    Di arena ini anak-anak dapat menikmati asiknya berkendara dengan segway 

   Event ini diadakan untuk menemani anak-anak mengisi liburan sekolah. Tak perlu berpergian jauh, apalagi ke luar negri untuk mengisi liburan. Cukup datang di event kami, liburan anak-anak Anda menjadi lebih menyenangkan. 


Contact Person: 
Ayu Paraswati 
superayuayoe@gmail.com 
085717816912

Rabu, 17 Agustus 2011

Let's make a decision

Entah kenapa hari ini gue pengen bgt nulis soal bagaimana cara mengambil keputusan yang baik. Mungkin ini efek dari kejadian sebelumnya, dimana gue harus mengambil keputusan yang bener bener ngebuat gue bimbang, galau, gamang, dan itu perlu banget buat berfikir panjang buat menentukan sebuah keputusan.

Ya, kehidupan manusia itu selalu dikelilingi oleh pengambilan sebuah keputusan. Mulai dari pengambilan keputusan secara cepat maupun jangka panjang. Mulai dari pengambilan keputusan yang kita sadari maupun tanpa kita sadari. Dan Mulai dari bangun tidur sampai kembali tertidur, kita selalu mengambil keputusan. Gak percaya? hmm . . coba deh kalian telusuri hari ini. Mulai dari bangun, kalian pasti menentukan mau ngapain aja hari ini, mau pake baju apa, mau makan apa, dan lain sebagainya. Mungkin tanpa kita sadari, kegiatan sehari-hari kita tersebut telah beresentuhan dengan pengambilan sebuah keputusan.

Untuk itu, posting gue buat hari ini adalah gue ingin memberikan sebuah tips buat kalian semua, my readers, bagaimana cara mengambil sebuah keputusan yang baik ala gue, hehe... So Lets check this out Palz!

1. Increase your mood
Ini adalah hal pertama yg harus di lakukan. Knp? karena dengan mood yang baik, kita dapat mengambil keputusan secara baik,cermat,dan jernih agar tidak salah langkah. Membangun mood dapat di lakukan sesuai kesukaan masing-masing. Bisa dengan melakukan hobby, atau berpergian ke tempat yg cozy.. its up to you palz.

2. Take a deep breath
Setelah mood kalian good-well, kalian bisa mulai tahap brainstorming untuk megambil keputusan. Sebelumnya awali dengan menarik nafas dalam-dalam. Hal itu dapat membuat kalian relax sebelum berfikir.

3. Think in terms of criticism and critical
Pada tahap brainstorming, kita harus berfikir secara kritik dan kritis dalam setiap keputusan yang kita ambil. Hal ini diperlukan agar kita tidak salah langkah dalam mengambil keputusan. Palz.. jangan lupa juga harus cermat ya!

4. Involve your GOD!
Jangan lupa palz, kita wajib melibatkan Tuhan dalam segala keputusan yang kita buat. Tuhanlah yang mengatur takdir kan? so ga ada salahnya kita berdoa, meminta petunjukNYA di setiap keputusan agar tak salah langkah dan dipermudah jalan kita.

5. Find someone who you trust can help your problem
Kalau kamu ngerasa permasalahan terlalu pelik dan masih sulit untuk mengambil keputusan, gak ada salahnya kalo lo cari orang yg lo percaya dapat memberi masukan yang bijak dalam masalah lo. Karena dengan pendapat dari orang lain setidaknya dapat lebih mempermudah kita dalam menentukan keputusan. Bahkan seringkali pendapat oranglain bisa melegakan hati karena pendapatnya sangat sangat membantu.

Semoga apa yang gue share hari ini buat kalian semua, my readers, bermanfaat buat kalian semua khususnya buat gue. Buat yang mau leave comment silakan.. i'll accept it. thanks for reading. Jangan bosen-bosen kunjungi blog gue ya. Happy fasting all!

Jumat, 17 Juni 2011

Public Speaking -Preparation

Saat ini makin banyak orang yang tertarik untuk mempelajari seni berbicara didepan orang banyak (publik). Tak terbayangkan sebelumnya bicara yang merupakan rahmat yang diberikan oleh tuhan kepada hampir semua umatnya semenjak ia dilahirkan, harus dipelajari secara khusus. Di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, kursus-kursus singkat “Public Speaking” akhir-akhir ini begitu diminati, baik oleh masyarakat biasa maupun professional.

Kesadaran masyarakat tentang pentingnya berbicara yang baik dan efisien didepan orang banyak, tumbuh setelah mereka melihat begitu banyak persoalan pelik yang dapat dijelaskan hanya dengan berbicara. Mereka juga mendapatkan tempat terhormat di masyarakat. Namun banyak pula yang merasakan pentingnya mampu berbicara dengan baik karena tuntutan tugas dan profesinya.

Beberapa tips di bawah mungkin dapat membantu “PERCEPATAN” proses latihan anda di dunia public speaking:

*1. Persiapan yang maksimal*

Persiapan yang baik adalah kunci dari penampilan yang meyakinkan. Audiense dengan mudah mengetahui pembicara yang melakukan ”pekerjaan rumah” dengan tampil seadanya. Seorang dengan persiapan optimum akan tampil penuh percaya diri, kata-kata yang diucapkannya mengalir penuh arti disertai mimik yang pas. Sebaliknya, seseorang yang tampil tanpa persiapan yang matang akan tampil grogi, cara berbicara tidak struktural dan esensial, tidak berani mendekati inti permasalahan dan tidak berani menatap mata audiensenya.
*Perlu diketahui berapapun besarnya bakat yang anda punya sebgai pembicara, penampilan yang sukses didapatkan melalui 1% inspirasi 99% melalui persiapan.*
Persiapan yang perlu dilalukan meliputi ;

*1a. Tempat dimana kita akan berbicara*

Pastikan anda mengetahui dengan pasti tempat dimana anda menjadi pembicara, melakukan orasi atau mempresentasikan sesuatu. Anda harus mengetahui apakah tempatnya terbuka, tertutup, ramah, tidak bersahabat dsb. Setiap jenis tempat mempunyai karakter dan penanganan tersendiri yang membutuhkan persiapan tersendiri pula.

Tempat terbuka mengharuskan anda berpakaian yang tidak terlalu tebal. Karena audiensenya yang relatif besar sehuingga susah dikontrol, bersiaplah bebicara dengan volume yang keras dan lantang. Tempat tertutup memungkinkan anda memakai busana yang sedikit tebal (jas, blaser dsb) dan berbicara lebih /private/. Tempat yang tidak ramah misalnya audiensenya dipastikan kebanyakan bukan dari kalangan ”pecinta” anda, mengharuskan anda untuk kerja ekstra. Persiapkan jurus-jurus apabila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Seorang pembicara seperti halnya seorang penyanyi terkadang harus tampil di satu tempat dimana audiensenya tidak selalu ramah.

*Sebagai seorang pembicara, anda harus mengenal medan dimana anda akan berbicara. Hadir paling tidak satu jam sebelum acara dimulai yang dapat anda gunakan untuk melihat situasi tempat anda akan berbicara serta alat-alat bantu yang akan anda gunakan. Hal ini akan sangat membantu anda dalam mengurangi kegugupan.*

* 1b. Materi yang dibicarakan*
Kumpulkan semua sumber informasi yang berhubungan dengan materi yang anda antarkan. Lakukan riset kecil untuk melengkapi referensi-referensi yang sudah anda punyai. Makin banyak informasi makin baik. Rangkum informasi-informasi tersebut dan hafalkan bagian yang akan anda jadikan intro/pembukaan.

Ciptakan sesuatu yang merebut hati audiense (spals/ice breaker) pada saat pertama anda bicara. spals/ice breaker tersebut bisa berbentuk interaksi langsung dengan mereka, cerita-cerita lucu yang berhubungan dengan anda atau materi yang hendak disampaikan, gerakan-gerakan kecil atau menyanyi. spals/ice breaker terkesan spontan padahal sebenarnya ia telah dipersiapkan sebelumnya. Ia adalah bagian dari pekerjaan rumah anda. Kalau anda berhasil melakukannya, sisa dari waktu anda berbicara akan menjadi milik anda.

*1c. Audiense*
Kenli audiense anda sebelum anda bicara. Dapatkan informasi sebanyak mungkin tentang publik yang akan menjadi audiense anda. Dengan mengetahuinya, maka anda akan mampu berbicara dengan pola yang mereka kehendaki. Sebelum naik ke mimbar/panggung, pastikan anda mempunyai waktu untuk bersosialisasi dengan beberapa dari mereka. Perkenalan ini akan membuat anda merasa bagian dari mereka dan ini juga ternyata ampuh untuk mengurangi rasa gugup anda.

*1d. Penampilan fisik*
Ketika anda pertama kali muncul, yang pertama kali akan dinilai oleh audiense adalah penampilan fisik anda. Penilaian ini sudah berlangsung sebelum anda sendiri mulai berbicara. Oleh karena itu pakailah pakaian yang sesuai dengan jenis materi yang akan dibawakan, waktu, tempat dan audiense anda. Perhatikan pula kebersihan dan kerapian tubuh anda dari mulai kuku, rambut, make up serta cara berjalan. Ini adalah saat yang paling genting tapi bisa dimanfaatkan sebagai permulaan yang positif. Inilah saat dimana perhatian audiense anda belum terpecah. Mereka begitu antusias menantikan apa yang hendak anda sampaikan. Oleh karena itu, manfaatkanlah!

*2. Antusiasme*

Tunjukan antusiasme pada waktu berbicara walaupun topik yang anda bawakan kurang bermutu atau terlalu dangkal bagi anda. Sikap anthusisme akan menciptakan respect dari audiense. Sebaliknya sikap anda yang ogah-ogahan atau menganggap remeh hanya akan membuat audiense menyesal ikut dalam forum dimana anda bebicara. Yang lebih tidak baik apabila untuk hadir dalam forum tersebut ia harus membayar. Lebih baik anda menolak daripada anda menerima menjadi pembicara dengan attitude demikian.

*3. Berlatih dan berlatih*

Seorang pembicara hampir sama dengan penerbang (pilot). Makin tinggi jam terbangnya, makin mulus pula take off dan landing serta semakin pintar dalam menghadapi setiap krisis yang timbul. Demikian juga dengan seorang pembicara, makin sering ia latihan dan tampil, makin mahir ia berbicara, bertindak, dan bersikap.

Latihan yang lumrah dilakukan oleh para pembicara dan aktor profesional dan dapat dengan mudah anda lakukan, adalah berbicara didepan cermin atau didepan handycam. Mereka berbicara selama 1 menit dengan topik yang dipilih sendiri, misalnya ”apa yang telah saya capai selama ini?” atau ”apa target hidup saya?”. Coba anda lakukan ini. Berbicara sepertinya anda melakukan didepan publik. Setelah anda bicara atau rekam kalau anda menggunakan handycam, posisikan diri anda sebagai orang lain, lalu nilailah diri anda secara jujur dari mulai gaya bicara, suara yang dikeluarkan, sikap pada waktu berbicara serta mimik anda. Buatlah semacam catatan terutama hal-hal yang tidak anda sukai dan setelah itu buatlah evaluasi. Jadikanlah hasil evaluasi terutama terhadap hal-hal yang tidak anda sukai sebagai DAFTAR DOSA yang tidak boleh diulangi lagi. Dibawah ini anda dapat temui tabel evaluasi yang bisa pergunakan untuk test ini.

*. Gaya dan sikap berbicara*
· Apakah suara saya sengau ?
· Apakah suara saya terdengar tidak konfiden ?
· Apakah suara saya terdengar over confident dan cenderung sombong ?
· Apakah suara saya hilang diujung kalimat ?
· Apakah artikulasi saya tidak jelas ?
· Apakah bicara saya terlalu jelas ?
· Apakah suara saya terlalu lemah ?
· Apakah suara saya seperti orang terjepit ?
· Apakah suara saya terdengar gugup ?
· Apakah cara berdiri saya kaku ?
· Apakah tangan dan anggota tubuh saya terlalu banyak bergerak ?
· Apakah mimik saya tegang ?
· Apakah mimik saya tidak serius ?
· Apakah saya kelihatan sombongRahas/sinis ?
· Apakah saya overacting?

Setelah anda mengetahui kelemahan-kelemahan anda dan mencatatnya sebagai dafatar dosa, berbicaralah sekali lagi dan letakkan daftar tersebut didepan anda. Evaluasilah sekali alagi. Dengan melakukannya berulang-ulang, kelemahan-kelemahan ini biasanya dapat diperbaiki.

*4. Menjadi diri sendri*
Ingin menjadi pembicara yang baik? /Golden rule* */nya adalah jadilah diri anda sendiri. Audiense datang untuk mendengarkan anda berbicara dengan gaya anda. Banyak pembicara yang tidak yakin dengan gayanya sendiri. Ia akhirnya berusaha keras untuk meniru gaya seorang terkenal yang menurutnya baik. Sebagai seorang pembicara, anda harus memanfaatkan segala kelebihan anda agar lama kelamaan menjadi ciri khas anda. Kecuali karakter bicara anda kuat sekali seperti Sambas atau Anita Rachman, gaya bicara seseorang biasanya butuh waktu untuk dikenal dan disukai masyarakat. Seseorang dengan gaya bicara biasa-biasa saja bisa menjadi gaya khasnya apabila dipraktekan terus-menerus.

semoga bermanfaat

salam

Jumat, 15 April 2011

orang goblok dan pintar

kalo orang ’goblok’ itu tak pandai menghitung, makanya lebih cepat mulai usaha.
Kalau orang pinter, menghitungnya ’njlimet’, jadi nggak mulai-mulai usahanya.
Orang ’goblok’ berbisnis tidak berfikir urutan, sedangkan orang pinter, berfikir urut.
Orang pintar tidak percayaan dengan orang lain, jadi semuanya mau dikerjain sendiri, seolah tak ada yang dapat menggantikan dirinya.
Nah, kalau orang ’goblok’, dia akan mencari orang pintar dan harus lebih pintar darinya, untuk menjalankan usahanya.
Orang pintar ketemu gagal, cenderung mencari kambing hitam untk menutupi kekurangannya.
”Ehm, situasi ekonominya lagi down”, atau ”Pemerintah nggak mendukung saya”, kata orang pintar.
Lain hal dengan orang ’goblok’, jika ketemu gagal, nggak merasa kalau dia gagal, karena dia merasa sedang ’belajar’.

Sadarkah Anda bahwa ini adalah perbedaan antara orang Indonesia dgn orang luar?
Sampai kapan kita mau di pandang seperti itu?
Ayo kawand sebagai generasi muda, kita harus mengubah image menjadi lebih baik lagi. agar tak ada lagi anggapan demikian.

di kutip dari sahabat terbaik saya, Andrian, yang berbicara langsung 4mata dengan orang luar negri tersebut.

Senin, 07 Maret 2011

5 skills every Public Relation professional needs

here’s a short list of what I think are the most in-demand and important skills for public relations practitioners.

1. Writing

You will always need to write excellent, persuasive, and grammatically correct copy. Members of today’s texting generation may find it difficult to embrace this more traditional public relations skill, but they will have to embrace it to be successful.

The shift here is that the audience for which public relations practitioners are writing has changed. It no longer comprises full-time journalists. Given today’s social media tools and the Internet in general, public relations pros write as much for the end-user—the target audience—as they do for the media.

Also, the writing that public relations practitioners do has changed based on the screen for which they’re writing—TV, computer, tablet, mobile phone, etc.—and the publication: traditional or digital, in a newsletter, e-mail, magazine, blog, newspaper, etc.

2. Creativity

Given the complexity of today’s communication channels and the amount of information each of us is bombarded with every day (probably more than our grandparents consumed in a year), it’s incumbent upon professional communicators to be creative in how they craft and deliver messages.

Creativity goes into everything that a good public relations professional does. It applies to the development of every message and delivery mechanism. It applies to how PR pros represent their employers or clients, and to the kinds of activities and events they produce.

3. Familiarity with publishing tools

With the advent of the Internet and social media tools, the public relations toolkit has exploded. In only a handful of years, we’ve gone from perhaps a half-dozen media channels to hundreds, if not thousands. Today’s public relations professional should be familiar with the myriad traditional and digital communication channels, so he or she can identify the best opportunity for his or her client, employer, etc.

4. Professionalism

In a profession so often belittled and criticized, the core values of advocacy, honesty, expertise, independence, loyalty, and fairness are important for the serious public relations practitioner.


5. People skills

An accomplished public relations professional is good with people. The profession needs people who unite, not divide. People who help others get along and enjoy working to foster better communication in our sometimes-confrontational world.

In the words of Michael Jackson, public relations needs people who would agree with his statement: “I’m a lover, not a fighter.”

Rabu, 12 Januari 2011

4 Kesalahan Orang Baru Putus Cinta

Bagaimana Anda bisa memastikan bahwa mantan kekasih adalah belahan jiwa yang Anda cari? Anda tentu tidak bisa memastikan. Karena itu, tak perlu sedih berlebihan bila cinta Anda baru dicampakkan.
BAGAIMANA Anda bisa memastikan bahwa mantan kekasih adalah belahan jiwa yang Anda cari? Anda tentu tidak bisa memastikan. Karena itu, tak perlu sedih berlebihan bila cinta Anda baru dicampakkan.

Meyakini diri satu-satunya orang yang paling bersedih karena putus cinta tentu berdampak buruk bagi kesehatan mental. Simak empat kesalahan yang biasa dilakukan orang baru putus cinta, seperti dilansir dari Lemondrop.

Masih berharap dihubungi

Semuanya sudah berakhir. Jadi sadari bahwa dia tak lagi cinta dan mau menghubungi Anda. Meski ego masih belum bisa menerima keputusannya, Anda harus berani memutuskan komunikasi supaya bisa cepat move on dan membina hubungan baru. Begitupun mantan kekasih; semakin dia cepat lupa dengan Anda, semakin cepat dia akan dapat kekasih baru.

Terlalu yakin sikap teguh hati akan berbuah baik

Banyak cerita kegigihan menjaga cinta akan berbuah baik, tapi tak perlu berkecil hati jika mimpi indah itu belum Anda miliki.

Menjadi single sampai akhirnya Anda benar-benar menemukan seseorang yang klik tentu pun bukan sebuah aib. Karena itu, mulai kini tetapkan strategi baru lebih ampuh guna meraih cinta idaman hati, berkaca dari kesalahan hubungan di masa lalu.

Lupa bahwa keluarga dan teman siap menampung kesedihan

Keluarga dan teman-teman adalah orang-orang terbaik bagi hidup Anda. Mereka bisa memberikan cinta tanpa syarat, suatu hal langka yang pasti Anda butuhkan.

Masalahnya, kita sering lupa bahwa keluarga dan teman-teman siap menawarkan cinta tak terbatas saat kita putus cinta. Melegakan bila Anda bisa curhat tentang perasaan dengan seseorang yang Anda percaya.

Sering mengenang memori cinta

Anda masih senang berjibaku dengan kenangan cinta masa lalu lewat foto, barang pemberian, email, atau apapun tentangnya? Jangan menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia dan membuat Anda makin terjebak di dalamnya. Bukalah diri dan hati untuk bisa menerima orang dan cinta baru. Juga, jangan anggap bahwa perpisahan Anda adalah kesalahan sendiri.